Kenali Gejala Sakitnya dan Redakan Nyerinya Dengan Tepat

Juli 15, 2019


Setelah menghabiskan libur sekolah hampir satu bulan penuh, anak-anak tentu sangat menikmati masa libur sekolahnya dengan hati gembira. Kegiatan berlibur pun beragam mulai dari aktivitas indoor maupun outdoor yang bisa mereka lakukan. Kegiatan outdoor memang lebih diminati anak-anak karena terbilang cukup menyenangkan seperti kegiatan berenang di waterpark ataupun berwisata ke kebun binatang. Berbeda dengan aktivitas indoor yang relatif jarang diminati anak-anak karena terkesan membosankan. Hal ini tentu membuat anak-anak lebih sering menghabiskan musim liburannya di luar rumah dengan kegiatan yang menghabiskan tenaga.

Para ibu tentu akan khawatir dengan kesehatan buah hatinya apalagi jika si kecil mulai terserang penyakit. Seorang ibu tentu akan memilah kegiatan yang bisa dilakukan si kecil selama libur sekolah dan ibu akan mengatur jadwal kegiatan si kecil agar saat masuk sekolah si kecil tetap fit dan sehat. Kondisi cuaca yang ekstrem seperti saat ini bisa memicu terjadinya perubahan suhu tubuh pada si kecil ya Mom. Makanan yang dikonsumsi si kecil juga tidak terkontrol dengan baik sehingga menjadi faktor penunjang terjadinya demam atau gejala nyeri lainnya.

Sedia payung sebelum hujan! Perumpamaan ini cukup masyhur di telinga para ibu. Dimana kita sebagai ibu tentu akan lebih aware dengan kondisi kesehatan anggota keluarga di rumah. Mencegah memang lebih baik daripada mengobati tetapi mencegah seperti apa yang dapat dilakukan para ibu agar si kecil dan anggota keluarga lainnya tidak mudah terserang penyakit yang disebabkan oleh perubahan cuaca maupun virus. 



Aku sempet belajar di ujung weekend kemarin (13/7) bareng The Urban Mama dan Biogesic di acara #TUMLuncheonxBiogesic dengan tema BETTER SAFE than SORRY di bilangan Jakarta Selatan dengan narasumber yang sudah expert dibidang kesehatan yaitu dokter Sarah Audia dan Mom Influencer Fifi Alfianto yang turut membagikan pengalamannya saat buah hatinya terserang sakit seperti demam. 

Kenali Gejala dan Penyakit Tersering di Kehidupan Sehari-Hari

Virus dan bakteri semakin kuat ditambah dengan dukungan cuaca ekstrem saat ini mempermudah penyebaran virus dan menurunkan kekebalan tubuh baik terhadap buah hati maupun orang dewasa. Mom perlu kenali gejala dan penyakit yang sering terjadi seperti;
  • Common Cold 
  • Demam karena infeksi
  • Diare
  • Nyeri
  • Sakit perut karena maag atau diare
  • Sakit gigi
  • Sakit kepala
  • Trauma fisik
Gejala awal yang sering dialami yaitu nyeri. Nyeri pada bagian tubuh memang beragam ya Mom dan tingkatan rasa sakitnya pun bervariasi mulai dari ringan, sedang hingga nyeri berat. Biasanya saat demam menyerang, tubuh akan merasakan rasa nyeri. Tak jarang jika di dalam kandungan obat penurun panas tertera keterangan dapat meredakan nyeri. Penatalaksanaan demam bertujuan untuk merendahkan suhu tubuh yang terlalu tinggi bukan untuk menghilangkan demam. 

Beberapa hari lalu anakku terserang demam tetapi tidak memerlukan antibiotik karena demam dapat disebabkan oleh faktor infeksi maupun non infeksi. Demam adalah suatu gejala perubahan atau peningkatan suhu tubuh dari suhu normal hingga mencapai suhu tertinggi. Dapat dikatakan demam jika suhu tubuh mengalami peningkatan seperti gambar pada tabel berikut:
Nah hal utama yang harus mom siapkan memang alat pengukur suhu tubuh. Inget ya mom, alat bukan tangan mom karena suhu tubuh tinggi hanya dapat diukur menggunakan termometer atau alat pengukur suhu tubuh baik melalui rectal maupun oral. Lalu kapan waktu yang tepat untuk minum obat atau pergi ke pusat kesehatan untuk melakukan pemeriksaan? perhatikan beberapa hal dibawah ini agar penanganan pada demam menjadi tepat dan sesuai. 

Tidak perlu panik, demam biasanya berlangsung selama tiga hari ya Mom. Penggunaan obat menjadi tepat guna jika sesuai dengan aturannya yaitu :
  1. Jika suhu mencapai >37.5 dan mengganggu aktivitas sehari-hari
  2. Waspada jika memiliki riwayat kejang saat demam
  3. Segera ke dokter untuk anak yang mengalami demam usia <3 bulan dengan suhu >38 derajat Celcius, atau anak usia 3-12 bulan dengan suhu >39 derajat Celcius dan penderita dewasa mencapai >40.5 derajat Celcius
  4. Jika suhu tubuh tidak kunjung turun hingga 48-72 jam 


Pemberian obat memanglah tepat tetapi ada cara lain dalam penanganan demam. Menurut dokter Sarah, penanganan pada demam bisa melalui tahapan terapi demam dibawah ini agar Mom tidak panik dan bisa memantau suhu tubuh si kecil dengan tenang, diantaranya: Terapi Non Farmakologi yang meliputi pemberian cairan yang cukup, tidak menggunakan pakaian yang berlebihan, dan pemberian kompres dengan air hangat. Sedangkan terapi Farmakologis adalah pemberian obat atau paracetamol. 

Ketika si kecil demam sudah terekam dalam ingatan Mom "Kasih paracetamol" iya bener kan? Paracetamol memang dikenal sebagai pereda demam dan nyeri yang paling aman baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Akan tetapi, kebanyakan masyarakat belum memahami aturan dan cara penggunaan dari paracetamol. Indikasi peracetamol digunakan sebagai penurun panas baik setelah si kecil imunisasi ataupun mengalami influenza dan sebagai pereda rasa sakit misalkan sakit kepala, sakit gigi dan nyeri lainnya. Pemberian paracetamol yang berlebihan akan menyebabkan hepatotoksik dan nefropati analgesik. 


Mom Fifi Alfianto membagikan pengalamannya ketika dirinya mengalami nyeri di tubuh setelah pulang berlibur dari Labuan Bajo. Mom Fifi mengkonsumsi paracetamol sebagai obat pereda nyeri yaitu Biogesic. Sebelumnya mom Fifi searching obat pereda nyeri yang 100% hanya mengandung paracetamol dan ketemulah dengan Biogesic tablet kemasan ekonomis isi 4. "Aku tuh seneng banget soalnya pas aku baca-baca ternyata Biogesic paracetamol ini murni 100% paracetamol dan nggak mengandung kafein jadi aman buat lambung aku". Ucapnya 



Apa sih Biogesic itu?

Mom kalau biasanya yang kita tahu obat penurun panas anak nggak hanya paracetamol aja melainkan mengandung obat batuk dan pilek. Tentu kalau sakitnya hanya demam, obat ini ngga cocok untuk meredakan sakit si kecil. Nah, Biogesic ini merupakan obat yang mengandung 100% Paracetamol tanpa kafein yang aman dikonsumsi oleh semua keluarga di segala usia yang berfungsi untuk meredakan demam, gangguan muskuloskeletal, skait kepala, sakit gigi, dan arthritis.

Kemasan sirup untuk Anak

Kemasan tablet untuk dewasa

Biogesic hadir dalam dua kemasan yaitu tablet dan sirup yang aman untuk anak-anak. Di dalam Biogesic tablet mengandung 500mg Paracetamol dengan isi 4 tablet pada satu strip sehingga mempermudah penderita nyeri atau demam membawanya. Sedangkan Biogesic Anak yang dikemas menjadi sirup mengandung 160mg Paracetamol yang diformulasikan tanpa rasa pahit dan tanpa mengandung alkohol. 

Keunggulan Biogesic 

Selama liburan kemarin aku selalu sedia Biogesic Tablet dan Biogesic Anak, karena aku khawatir si kecil demam saat liburan. Kenapa sih harus sedia Biogesic, padahal penurun panas lain juga ada yang biasa digunakan. Tentu aku nggak mau salah pilih ya Mom, Biogesic itu : 
  • AMAN
    Biogesic ini aman banget karena sudah bertahun-tahun direkomendasikan oleh dokter dan dapat dikonsumsi baik ibu hamil maupun menyusui. Karena tidak mengandung kafein, Biogesic Paracetamol sangat ramah di lambung sehingga tidak menyebabkan iritasi di lambung
  • EFEKTIF
    Iyes! Biogesic ini paling efektif abnget karena dapat meredakan demam dan nyeri dengan baik 
  • EKONOMIS
    Kenapa sih cari yang ekonomis, iya dong karena obat itu ada masanya nggak bisa disimpan hingga berbulan-bulan lamanya setelah sudah dikonsumsi. Seperti Biogesic tablet kemasan strip berjumlah 4 tablet yang sesuai dengan kebutuhan
  • PRAKTIS
    Kemasannya mudah dibawa kemana saja dan lebih modern 
  • LENGKAP
    Buat anak nggak mungkin kasih tablet kan, Biogesic ada 2 varian yaitu tablet dan sirup. Keduanya bisa dikonsumsi baik sama anak-anak maupun dewasa loh mom!
Memang lebih tepatnya sih mencegah dan selalu sedia obat di rumah maupun saat bepergian ya Mom. Perubahan suhu tubuh dapat terjadi kapan saja, jadi kalau Mom selalu sedia obat dan si kecil atau anggota keluarga lainnya mengalami sakit nggak perlu panik lagi.  

You Might Also Like

0 komentar

Like us on Facebook

Popular Posts