Menjadi Ibu Bijak Dalam Mengatur Keuangan Keluarga

September 21, 2018


Hallo semua, aku mau tanya nih siapa yang suka kebocoran nih penghasilannya? Atau lebih besar pengeluarannya dari pada penghasilannya? 

Di zaman yang sekarang ini, dengan tuntutan gaya hidup yang tinggi masih banyak masyarakat Indonesia yang akhirnya lebih mengedepankan gaya hidupnya hingga berakhir pada hutang piutang karena penghasilannya tidak dialokasikan dengan tepat. 

Dulu saat masih single aku pun tidak pernah memikirkan kehidupan di masa depan ataupun merencanakan memiliki usaha sendiri. Karena kondisi yang membuat situasi shopping jadi lebih menyenangkan dari pada saving. Kalau semua kawula muda berpikiran seperti aku yan dulu ini bagaimana ya perekonomian Indonesia di masa yang akan datang? 

Pas lagi bingung gimana ya caranya agar pemasukan bisa lebih besar dan pengeluaran lebih kecil lagi agar bisa menabung untuk masa tua nanti. Alhamdulillah beruntung sekali saya bisa diundang oleh The Urban Mama untuk menghadiri acara #IbuBerbagiBijak. Di acara ini saya bisa mendapatkan informasi, tips mengelola keuangan dan juga bisa berkonsultasi langsung dengan yang ahli di bidang financial. 



Acara ini berlangsung di RPTRA Kopi Gandaria, Pasar Rebo, Jakarta Timur pada hari Senin, 10 September 2018 lalu. Acara hari ini dihadiri oleh 3 narasumber yang sangat expert di bidangnya masing-masing diantaranya :
  • Bapak Riko Abdurrahman Selaku Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia
  • Ibu Prita Ghozie Sebagai Financial Educator
  • Ibu Gina Adityalugina Sebagai CEO Gammara Leather
Visa, OJK dan Bank Indonesia kembali mengatasi minimnya literasi keuangan lewat #IbuBerbagiBijak. Kampanye literasi keuangan ini untuk menginspirasi lebih banyak para ibu di Indonesia agar mampu mengelola keuangan rumah tangga mereka. 

Tentang VISA


Visa Inc. merupakan pemimpin pembayaran digital di dunia. Misi dari Visa adalah menghubungkan dunia melalui jaringan pembayaran yang paling inovatif, dapat diandalkan dan aman yang memungkinkan konsumen, pemain bisnis dan ekonomi untuk maju dan berkembang. Jaringan pemrosesan visa yang canggih bernama VisaNet merupakan sistem pembayaran yang aman dan dapat diandalkan secara global serta mampu menangani lebih dari 65.000 pesan transaksi per detik. Visa terus berinovasi tanpa henti yang merupakan penggerak pertumbuhan dunia perdagangan melalui berbagai alat, dan merupakan pendorong di balik impian masa depan, yaitu dunia tanpa uang tunai untuk seluruh lapisan masyarakat, dimanapun ia berada. 

Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia, Bapak Riko Abdurrahman mengatakan, "Melanjutkan kesuksesan kampanye tahun, kami sangat senang dapat meluncurkan kampanye literasi keuangan #IbuBerbagiBijak di tahun kedua ini. Tahun ini, Visa bersama dengan OJK dan dukungan Bank Indonesia bermaksud mengasah lebih banyak perwmpuan khususnya para ibu di Indonesia, mengajarkan mereka pengelolaan keuangan yang bijak dan mendorong mereka untuk berbagai pengetahuan tersebut dengan anggota keluarga dan lingkungan." 

Tentunya kita sebagai para ibu yang bekerja sebagai finance di keluarga, sangat terbantu dengan adanya kampanye #IbuBerbagiBijak selain dapat membantu memberikan pengetahuan dan talkshow seputar pengelolaan keuangan, pastinya akan ada banyak tips yang menarik seperti tips membuat anggaran menabung, kiat-kiat mendapatkan penghasilan tambahan dan tips keamanan dalam bertransaksi non tunai. 

Pada kampanye tahun ini, Visa melibatkan sejumlah organisasi perempuan untuk di educate dan diberi dukungan melalui pengetahuan baru dalam pengelolaan keuangan keluarga. Visa juga menerbitkan sebuah buklet yang berisi informasi tentang literasi keuangan yang dikutip dari practicalmoneyskills.com dan buku-buku literasi keuangan yang diterbitkan oleh OJK. 

Ternyata berdasarkan hasil survei, tingkat literasi dan inklusi keuangan perempuan masih sangat rendah dibandingkan dengan tingkat literasi dan inklusi keuangan laki-laki. Oh iya jelas, karena masih banyak ya perempuan yang kurang bijak dalam pengelolaan keuangan keluarga dan masih sedikitnya para ibu yang ikut andil dalam menghasilkan penghasilan tambahan seperti bekerja ataupun berwirausaha. 

Tujuan diadakannya kampanye ini, agar para ibu Indonesia memiliki pemahaman dan keterampilan dalam mengelola keuangan yang nantinya akan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Harapannya lainnya agar para ibu Indonesia memulai untuk menghasilkan sebuah karya yang nantinya dapat dijadikan ladang penghasilan tambahan bahkan dapat membuka lapangan pekerjaan untuk para perempuan lainnya. 



Pada sesi kedua, ibu Prita Ghozie selaku pakar finansial mengedukasi para peserta yang hadir dengan memberikan tips mengelola keuangan sampai tips mendapatkan penghasilan tambahan. 

Tiga Cara Mendapatkan Penghasilan Tambahan Rumah Tangga 
  1. Bekerja secara aktif 
  2. Menjadi investor 
  3. Menjadi mompreneur
Pada poin ke-3, mungkin para ibu sudah mulai banyak yang melakukannya tetapi kurang tepat dan bijak dalam mengatur strateginya yang akhirnya berhenti dalam melakoni perannya sebagai mompreneur. Menjadi seorang pengusaha memang tidak luput dari kerugian ataupun tantangan yang setiap harinya berbeda-beda. Ibu Prita Ghozie menjelaskan kepada para peserta perihal tantangan memulai usaha diantaranya : 

A. Mau Usaha Apa? 
Nah ini penting banget ditanyakan pada diri sendiri, kalau mau buka usaha kira-kira mau usaha apa? Makanan kah? Fashion kah? Kerajinan tangan kah? Atau dunia otomotif? 

Membangun sebuah usaha tidak harus diluar kemampuan kita. Ternyata hobi saja bisa jadi ide yang tepat dalam emmulai usaha sendiri. Mulai sekaramg tanyakan pada diri mu wahai perempuan Indonesia, apa hobi atau kesukaan mu? Lalu, survei pada lingkungan sekitar mu apakah ada pasar untuk hasil dari hobi mu? Kemudian, pilihlah jam kerja yang sesuai untuk dirimu. 

B. Tidak Tahu Untung VS Rugi 
Ibu-ibu, perihal untung rugi memang terlihat mudah namun sulit dalam pengaplikasiannya. Ketika kita membangun sebuah usaha, yang kita hitung hanya balik modal dan sisanya kita anggap keuntungan. Ini tidak benar! 

Untung dan rugi dalam aktivitas bisnis memang terkadang sering terjadi. Ketika pasar sedang ramai pastinya akan mendapatkan keuntungan yang lebih. Sebaliknya, saat pasar sepi bahkan tidak ada pemasukan per harinya, maka kerugian yang akan kita alami. 

Agar para ibu dapat membedakan mana yang dikatakan untung dan rugi, pisahkan keuangan pribadi dan keluarga, Buatlah catatan arus kas, pisahkan antara modal intervasi dan biaya operasional. 

C. Pertimbangan Lainnya 
Ketika kita akan memulai membangun sebuah bisnis, tantangan utama adalah modal. Masih banyak perempuan di Indonesia yang ingin memiliki sebuah usaha namun terhenti pada akar permasalahan finansial atau yang biasa disebut modal. 

Pertimbangan ini bikin galau, gimana ya uang nya gak cukup mau usaha fashion. "Wah biaya sewa ruko mahal, modal nya tidak cukup" perkataan seperti ini serinh terlintas bahkan terucap. Namun, saat ini tidak perlu bingung karena banyak cara yang bisa kita lakukan seperti menabung, peminjaman modal dari investor atau kerabat, menggadaikan barang berharga yang nantinya akan ditebus kembali. 

Sering nih para pemula yang melakukan usaha masih menggabung antara keuangan pribadi dengan usaha jadi sering nggak kelihatan keuntungannya berapa. Bener kan? 

Keuangan Rumah Tangga Dan Usaha 
  1. Pisahkan antara keuangan rumah tangga dengan usaha
  2. Omzet usaha dikurangi biaya operasional adalah KEUNTUNGAN 
  3. Keuntungan usaha menjadi dana kas masuk bagi keuangan rumah tangga 

Gambar berikut adalah arus kas keluarga dan usaha 



Ibu Prita Ghozie tidak hanya memberikan pengetahuan perihal tantangan dan juga cara menanggulangi permasalahan yang dihadapi ketika membuka sebuah usaha. Sebagai ibu milenial yang ingin aktif di komunitas serta mampu mendapatkan penghasilan tambahan maka ibu prita Ghozie membeberkan 5 tips mengelola keuangan pebisnis. 

5 Tips Mengelola Keuangan Pebisnis 

  1. Buatlah rencana pengeluaran harian, mingguan dan bulanan.
  2. Jangan memanfaatkan ladang hutang piutang!
  3. Menabung dan berinvestasilah!
  4. Siapkan dana darurat.
  5. Persiapkan asuransi kesehatan dan jiwa.

Setelah penjabaran materi talkshow di atas, apakah diantara mom mulai ada yang berniat memulai usaha? Atau sudah mulai mengelompokkan keuangan pribadi dengan tepat sesuai kebutuhannya? 

Tidak hanya seorang konsultasn keuangan yang hadir mengedukasi peserta hari ini melainkan ada seorang mompreneur yang membagikan cerita perjalanannya membangun sebuah usaha tas mulai dari nol hingga merambah ke internasional siapa lagi kalau bukan ibu Gina Adityalugina sebagai CEO Gammara Leather yang berproduksi di Bandung, Jawa Barat. 



Dalam perjalanan membangun usaha, berawal dari kesukaannya pada tas berbahan kulit dan Beliau melihat peluang besar di dunia fashion tersebut. 

Tentang Gammara 

Gammara berdiri sejak Januari 2010 di Bandung, memproduksi tas dan aksesoris yang bahan baku utamanya berasal dari kulit samak untuk memenuhi kebutuhan aktivitas sehari-hari, juga sebagai pelengkap fashion utama yang fungsional. 

Pada tahun 2014 Gammara Leather menjadi badan usaha yang bernama CV GAMMARA JAYA MONDIAL. Material yang digunakan oleh Gammara adalah kulit berkualitas sehingga tingkat ketahanan produk terhadap waktu jauh lebih baik. Gammara mulai menguasai wilayah pemasaran lokal dengan persentase 30% , regional 40%, nasional 29,50% hingga mampu mengekspor ke luar negeri dengan persentase 0,50%. Jalur distribusi yang dilalui oleh Gammara mulai dari individu, industri, pemerintah, retail dan reseller. Produk Gamara sudah diekspor ke beberapa negara diantaranya Prancis, Belanda, Jepang, Uni Emirat Arab, dan Taiwan. 


Beberapa produk tas kulit dari Gammara Leather 




Terkadang kita suka tidak yakin ya apakah usaha ini akan berjalan mulus atau malah buntung. Nah kalau terus menerus berpikiran seperti ini maka pengusaha perempuan akan terus rendah bahkan semakin rendah. Jadi yuk ketahui cara membentuk pola pikir seorang pengusaha dari ibu Gina Adityalugina. 

Cara Membentuk Pola Pikir Enterpreneur
  • Percaya akan kemampuan sendiri
  • Persisten
  • Tidak mudah menyerah
  • Kreatif, inovatif dan orientasi pada prestasi
  • Berani ambil resiko
  • Mandiri
Sebelum memulai usaha, ada 6 hal yang perlu diketahui diantaranya : 
  1. Menentukan ide usaha (produk yang akan dijual)
  2. Bahan baku produk
  3. Perencanaan keuangan
  4. Harga jual 
  5. Sasaran pembeli
  6. Promosi dan pemasaran 
Setelah memulai berbisnis, mom perlu ketahui bagaimana cara mengelola keuangan pebisnis. Ibu Gina memberikan tips dalam mengelola keuangan hasil berbisnis. 

Financial Management 
  1. Menggaji diri sendiri (Ini sangat perlu sebab tenaga yang dibutuhkan harus dibayar sekalipun menggunakan pegawai)
  2. Menabung terlebih dahulu (Investasi dan pengembangan bisnis)
  3. Anggaran belanja (Alokasikan untuk kebutuhan-kebutuhan wajib)
  4. Kelola cash flow dengan bijak
Terima kasih Visa yang telah peduli dengan perempuan Indonesia agar lebih maju dan bijak dalam mengelola keuangan. 







You Might Also Like

2 komentar

  1. Salut dengan VISA yang peduli dengan perempuan Indonesia agar lebih maju dan bijaksana dalam mengelola keuangan keluarga :)

    BalasHapus
  2. Waaah emang jadi ibu kudu melek dan bijak soal keuangan. Penting bgt belajar ilmu literasi keuangam. Aku tahu itu sejak bbrp bulan lalu tp msh berusaha mempraktikkan nih.

    BalasHapus

Like us on Facebook

Popular Posts